Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Janji Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae Janji Tampa Realisasi

TANA TORAJA,kabarbpp.net-Kondisi infrastruktur jalan yang semakin memprihatinkan Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang-Mappak (IPPEMSI) Makassar kembali melakukan Audiensi dengan Pemda Tana Toraja. Selasa, (9/7/2019).
Foto :Mahasiswa Simbung-Mappak (IPPEMSI)Makassar Audiensi dengan Pemda Tana Toraja
Dengan melihat kondisi jalan di kecamatan Mappak, khususnya di Lembang Butang dan Lembang Miallo, sangat parah yang selama ini menjadi korban janji-janji politik tanpa ada titik terang untuk perbaikan sehingga pengurus IPPEMSI Makassar kembali memperjelas APBD tahun 2019.

Dijelaskan Rei Naldo Ketua Umum IPPEMSI Makassar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum,  Yanti Mapaliey, dalam pertemuan dengan pengurus IPPEMSI di kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU), menyatakan tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp7 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan di kecamatan Mappak tepatnya jalan yang menghubungkan dua desa yaitu lembang Butang dan lembang Miallo.

APBD ini dalam tahap pelelangan yang kemungkinan selesai akhir minggu ini dan pekerjaan awal akan dilaksanakan pada bulan Desember 2019. "Lanjutnya.

Selain itu Ketua 1 IPPEMSI Makassar, Nelson Sanda Karaeng mengaskan bahwa Anggaran yang telah ditetapkan dapat diperhatikan dengan serius sehingga tidak ada lagi alasan untuk mengatakan bahwa waktu begitu mepet yang mengakibatkan anggaran tidak direalisasikan sehingga masyarakat menjadi korban kesekian kalinya.

Karena jelas data yang diberikan oleh Kepala Dinas (PU) bahwa bulan pemilihan awal April 2019 selesai akhir April 2019 dan mulai pekerjaan Mei 2019 yang berakhir Desember 2019 serta pemanfaatan bulan Januari 2020. Namun nyatanya sekarang suda bulan Juli dan masih dalam tahap pelelangan jelas ini suda lewat batas waktu pelelangan yang telah ditentukan. Tandasnya Pria yang kerap disapa Nelson

Selain itu kami merasa kecewa karena tujuan dari Makassar ke Tana Toraja berharap bertemu dengan Bupati tetapi tak kunjung ditemui dari hari selasa hingga rabu (9-10/7/2019). Suda dua hari bolak balik ke rumah jabatan karena dijanjikan untuk bertemu tetapi kami masih tidak ditemui. Kata Rei Naldo Ketua Umum IPPEMSI Makassar

Mengingat Tagline Bapak Bupati, Nicodemus Biringkanae, jangan biarkan rakyatku sakit, jangan biarkan rakyatku bodoh dan jangan biarkan rakyatku lapar sungguh luar biasa namun kami menilai bahwa semua itu hanya janji-janji politik yang mengharapkan pengakuan tanpa realisasi. Karena pemerintak kabupaten saat ini tidak betul-betul mengetahui keadaan rakyat karena anti rakyat menurut kami. Sesal Rei Naldo (yb)

Penulis :Yohanis Battung
Editor :Beny
Share:

*Wakasad : Jenderal TNI (Purn) George Toisutta Pemimpin Baik, Tegas dan Cemerlang*

JAKARTA,kabarbpp.net- Atas nama Institusi dan seluruh prajurit TNI AD, selain menyampaikan rasa duka yang mendalam, dalam upacara pemakaman almarhum  Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, Wakil  Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman menyampaikan bahwa  mantan Kasad ke-26 itu merupakan pemimpin yang baik, tegas dan cemerlang.
Hal tersebut disampaikan Kadispenad, Brigjen TNI Candra Wijaya dalam rilisnya di Jakarta, Kamis, (13/6/2019).

Dijelaskan Kadispenad, pemakaman dengan prosesi Upacara Militer yang berlangsung di tengah turun hujan tersebut berjalan dengan penuh khidmat dan haru di Pemakaman Dadi Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/6/2019).

“Setiba dari Jakarta dengan menggunakan pesawat Hercules C-130 di Lanud Hassanudin (Makassar), setelah disemayamkan sebentar, diiringi ratusan pengantar dari keluarga dan prajurit TNI, jenazah almarhum langsung dibawa menuju pemakaman,”ungkap Candra.
“Sesuai dengan rencana, bertindak sebagai Inspektur Upacara yaitu Wakasad, Letjen TNI Tatang Sulaiman,”imbuhnya.

Sebagaimana prosesi upacara pemakaman militer, lanjutnya, selama pengantaran ke lokasi pemakaman, peti jenazah almarhum ditutup dengan Bendera Merah Putih.

“Meski almarhum memilik tanda jasa dan kehormatan negara yang berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, berdasarkan wasiat yang disampaikan ke pihak keluarga, almarhum ingin dimakamkan di Makassar diatas makam almarhumah ibunda tercintanya, yaitu  Sitti Hasna yang meninggal 23 Juli 1982” jelas Candra

Dikatakannya lebih lanjut, pada saat upacara pemakaman itu, selain menyampaikan duka cita dan belasungkawa, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman  menyampaikan bahwa mantan Kasad ke-26  yang menyukai tokoh wayang Batara Bhisma itu merupakan seorang pemimpin TNI AD yang baik dan tegas.

“Menurut Wakasad, kecemerlangan almarhum selama berkarir sebagai prajurit yang profesional  itu, tidak lepas dari karakter almarhum yang baik, tegas, peduli terhadap bawahan. Almarhum juga taat dalam beribadah serta senantiasa memegang teguh filosofi kerohanian Islam yaitu semua harus sama,” ungkap Candra
Sebagai generasi penerus, menurut Candra, Wakasad memiliki kesan yang mendalam terhadap almarhum.

“Bagi Wakasad, almarhum tidak hanya sebagai pemimpin ataupun komandan semata, melainkan juga sebagai bapak yang baik dan tegas, serta seorang pelatih atau guru sekaligus teman yang mengerti akan kondisi bawahannya,” tandasnya.

Dalam prosesi pemakaman militer yang berlangsung di tengah turun hujan, menurut Candra, hampir seluruh peserta yang hadir terlihat sedih dan haru.

“Terlebih saat pembacaan Apel Persada yang dibacakan oleh Wakasad, sebelum jenazah almarhum dimasukan ke dalam liang lahat. Demikian juga saat pemberian penghormatan yang diiringi dengan tembakan Salvo, meski berdiri tegar memberikan penghormatan, semuanya terlihat sedih,”  tutur Candra.

“Setelah tembakan Salvo, dilaksanakan penimbunan liang lahat yang didahului secara simbolis oleh Wakasad dan dilanjutkan oleh pihak keluarga,” imbuhnya.

Dalam upacara yang juga dihadiri oleh mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, Pangdam XIV/Hsn Mayjen Surawahadi dan  Pangdam XVI/Ptm Mayor Jenderal TNI Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H. itu, diakhiri dengan penyerahan Bendera Merah Putih yang menjadi penutup peti jenazah kepada pihak keluarga.

“Penyerahan bendera Merah Putih kepada pihak keluarga, juga merupakan simbol penyerahan kehormatan negara kepada keluarga atas pengabdian dan pengorbanan almarhum dan keluarga kepada rakyat dan bangsa Indonesia,”pungkas Candra

_Wahai Pahlawan Hati, tiada harapan kami yang lebih besar, selain melalui panjatan doa, agar dirimu bisa tenang dan nyenyak di haribaan Ibu Pertiwi. Kami yakin, sebagai Patriot Bangsa, jasa-jasa perjuangan dan pengabdianmu tidak hanya dikenang seluruh anak negeri, juga akan mengantarmu di tempat termulia di sisi Allah SWT, Aamin YRA_ . ( Dispenad)

Sumber :Pendam VI Mulawarman
Editor :Beny
Share:

*Sang Kapitan Elake Patiloe Manawa Kabaressi, Pulang ke Haribaan Ibu Pertiwi*

JAKARTA,kabarbpp.net--Innalillahi wa innailaihi rojiun_, Sang Kapitan Elake Patiloe Manawa Kabaressi yaitu Mantan Kasad ke-26, Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, telah kembali ke haribaan Ibu Pertiwi pada Hari Rabu (12/06/2019).
Berita duka tersebut disampaikan Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Dijelaskan Kadispenad, mantan Kasad yang terkenal dengan ketegasannya tersebut, wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, karena sakit yang dideritanya.

“Hari ini kita kehilangan salah satu putra terbaik bangsa,”ujar Brigjen TNI Candra Wijaya

“Almarhum Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, sebelumnya mendapatkan perawatan medis di RSPAD, dikarenakan menderita sakit kanker usus.  Keluarga maupun Tim Medis (RSPAD), seluruhnya telah berupaya secara maksimal dan melakukan yang terbaik, namun Allah, SWT telah berkehendak,” imbuh Candra.
Perlu kita ketahui bersama, atas keberhasilan dalam mengharumkan Maluku di pentas nasional maupun internasional serta ketegasan dalam memimpin pasukan sampai menjadi orang nomor satu di TNI AD, pada tahun 2010.  Almarhum Jenderal TNI (Purn) George Toisutta mendapatkan gelar kehormatan Sang Kapitan Elake Patiloe Manawa Kabaressi atau Pemimpin Besar Pemersatu yang Tangguh dari Majelis Latupati Maluku.

“Sebagaimana umumnya, setelah dinyatakan wafat oleh tim dokter, selepas dimandikan tadi pagi, jenazah almarhum disholatkan di Masjid As-Syifa RSPAD dan disemayamkan di Rumah Duka RSPAD,”terang Candra.

Lebih lanjut dijelaskan Kadispenad bahwa semenjak terdengarnya berita duka tersebut, para pejabat TNI AD maupun purnawirawan TNI serta keluarga almarhum berdatangan untuk bertakziyah dan turut melaksanakan sholat jenazah.

 “Selain Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa beserta istri, juga hadir para pejabat teras TNI AD, para mantan Kasad, para purnawirawan Pati TNI untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan agar almarhum Jenderal TNI (Purn) George Toisutta diterima di sisi-Nya dan _husnul khotimah_”, ujar Candra.
“Dan dalam kesempatan tersebut, Kasad dan Ny. Hetty Andika Perkasa bertemu dengan keluarga dan kerabat almarhum  saat disemayamkan,” imbuhnya.

Saat Upacara pemberangkatan jenazah yang dipimpin langsung oleh Kasad di halaman Rumah Duka RSPAD, lanjut Candra,  para peserta yang hadir tidak dapat menutupi rasa haru mereka yang sangat mendalam.

“Terlebih saat penghormatan jenazah, seluruhnya memberikan penghormatan terakhir dengan penuh haru kepada almarhum yang jenazahnya diusung dalam peti berselubung bendera Merah Putih. Ini tentunya menujukkan betapa tinggi kharisma almarhum dihadapan keluarga, rekan maupun anak-buahnya selama ini,”tegas Candra.

 “Usai upacara pemberangkatan, jenazah almarhum diberangkatkan ke Makassar melalui Bandara Halim Perdanakusuma dengan pesawat Hercules C 130  untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dadi, Makassar.  Serangkaian acara pemakaman juga telah disiapkan di Makassar,” tambahnya

Dikatakan Candra, setelah setibanya di Lanud Makassar, jenazah almarhum akan langsung dibawa menuju rumah duka di Jl. Rotan No. 80, Gunung Sari Makassar untuk disemayamkan dan selanjutnya disholatkan di Masjid Nurul Ilmi Makassar.

“Pemakaman akan dilaksanakan di TPU Dadi, Makassar. Bertindak selaku Irup yaitu  Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman dimana pelaksanaannya akan dikordinasikan oleh Garnisun setempat,”tegasnya.

Meski berdarah Ambon, Jenderal TNI (Purn) George Toisutta dilahirkan di Makassar pada tanggal 1 Juni 1953, dan saat ini meninggalkan tiga orang anak dari pernikahannya dengan Hj. Nur Alam.

 Selama hidupnya, selain memegang teguh filosofi kerohanian Islam yaitu semua harus sama, almarhum juga menyukai tokoh wayang Begawan Bisma yang terkenal jujur dan pemberani.

“Latar belakang jabatan dan penugasan Almarhum sangat lengkap hingga menjabat menjadi Kasad dari tahun 2009  sampai 2011. Sebelum menjadi Kasad, pada tahun 2009, beliau  menjadi Pangkostrad menggantikan Mayjen TNI Erwin Sujono, waktu itu” tutur Candra.

“Beliau juga pernah menjabat sebagai Panglima Kodam XVII/Trikora (sekarang Kodam XVII/Cen dan Kodam XVIII/Ksr) dan Kodam III/Slw, dan sebelum menjabat sebagai Pangdivif 1/Kostrad, pernah ditugaskan sebagai  Pangkoops TNI di Aceh pada tahun 2003,”pungkasnya.

Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita yang mendalam, seluruh satuan jajaran TNI Angkatan Darat mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari mulai tanggal 12 hingga 18 Juni 2019.

*Selamat jalan  Sang Bisma Angkatan Darat, sebagai Kapitan Elake Patiloe Manawa Kabaressi, Darma Bhaktimu tidak hanya tertanam dalam diri setiap prajurit TNI AD, namun juga akan terkenang oleh seluruh rakyat Indonesia, dari Aceh hingga Papua.*  (Dispenad) (kb)

Sumber :Pendam VI Mulawarman
Editor :Beny
Share:

Potensi Curah Hujan Tinggi Masih Ada Hingga 5 Hari ke Depan (11 - 15 Juni 2019)

JAKARTA,kabarbpp.net-Aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) masih aktif di wilayah Indonesia. Aktivitas MJO ini berpotensi cukup signifikan mendukung pembentukan awan hujan di Indonesia bagian tengah dan timur yang diprakirakan akan berlangsung hingga 5 hari ke depan.

Wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 11 - 15 Juni 2019, antara lain:

 Sumatera Barat
- Bengkulu
- Bangka Belitung
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Tengah
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Barat
- Papua

Selain potensi hujan lebat, potensi *gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter* diperkirakan juga masih akan terjadi di Perairan barat P. Enggano, Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai hingga Lampung, Perairan selatan Jawa hingga P. Sumba, Selat Bali - Lombok – Alas bagian selatan, Laut Sawu, Perairan P. Sawu - Kupang - P. Rotte, Laut Timor selatan NTT, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, Laut Flores bagian timur, Perairan timur Kep. Wakatobi, Perairan Manui - Kendari, Laut Banda, Perairan selatan P. Buru - P. Seram, Perairan Kep. Sermata - Kep. Letti, Perairan Kep. Babar - Kep. Tanimbar, Perairan selatan Kep. Kei - Kep. Aru, dan Laut Arafuru.

Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh hujan lebat tersebut seperti potensi terjadi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

*Harap diperhatikan juga risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran* : Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui:
- call center 021-6546315/18;
- http://www.bmkg.go.id;
- follow @infobmkg;
atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Jakarta, 10 Juni 2019

Sumber :Deputi Bidang Meteorologi*
Drs. R. Mulyono R. Prabowo M.Sc*
Share:

Kejati Didesak Segera Periksa Bupati Tator Soal Kasus Dana SIAK Rp3,18 M

TANA TORAJA,kabarbpp.net-Satu per satu kasus dugaan korupsi di Kabupaten Tana Toraja, dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel. Salah satunya adalah kasus dugaan korupsi alokasi dana Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang telah dilaporkan Forum Mahasiswa Toraja (Format).
Ketua Format, Prilki Prakarsa Randa, mendesak Kejati Sulsel untuk segera memanggil dan periksa Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, sebagai penanggung jawab penuh atas produk alokasi Dana SIAK melalui SK Parsial senilai Rp3,18 miliar.

“Menurut kami mulai dari mekanisme penganggaran dan pelaksanaannya sudah salah yang berdampak terhadap dugaan munculnya kerugian negara,” ungkap Prilki, Sabtu (25/5/2019).
Format juga menilai ada kesimpangsiuran informasi antara kejaksaan dan BPKP.

“Kejaksaan sudah mengajukan berkas untuk permintaan audit ke BPKP, sementara saat kami konfirmasi di BPKP, katanya belum ada permintaan audit, baru sebatas koordinasi itupun sekitar berapa bulan yang lalu. Jadi ini tentunya menimbulkan tanda tanya besar,” sesal Prilki.

Prilki mengaku kembali mendatangi Kejati Sulsel, Kamis (23/5) dalam rangka mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dana SIAK oleh Kejaksaan Negeri Makale yang dinilai lamban dan terkesan tebang pilih serta tidak transparan dalam proses penanganannya.
“Kami meminta kejaksaan untuk mempercepat proses penanganan kasus ini dan jangan tebang pilih dalam penanganannya,” tegas Prilki.

“Jangan biarkan kasus ini berlarut-larut karena kasus yang berlarut-larut sarat akan permainan. Kami mencium aroma permainan. Apalagi kasus ini diduga melibatkan petinggi di Toraja yang berpotensi mengintervensi proses ini,” sambung dia.

Prilki menambahkan, kasus dana SIAK ini telah dilaporkan pada tahun 2017 yang lalu karena diduga ada mark-up anggaran pada kegiatan pembangunan dan pengoperasian sistem informasi administrasi kependudukan secara terpadu pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tana Toraja.

“Kami akan terus menagawal kasus ini sampai tuntas dan meminta kejaksaan untuk tidak main-main dalam proses penanganan kasus ini,” pungkas Prilki.

Sekedar diketahui, selain kasus dana SIAK, beberapa kasus dugaan korupsi di Tana Toraja yang telah dilaporkan ke Kejati Sulsel, diantaranya kasus dugaan korupsi proyek air mancur kolam Makale Kabupaten Tana Toraja APBD senilai Rp2,6 miliar tahun 2017, proyek pembangunan toilet Buntu Burake sebesar Rp1,4 miliar tahun 2017, dan proyek pembangunan Puskesmas Bonto Marannu senilai Rp1,4 miliar APBD 2017/2018.(yb)

Penulis: Yohanis Battung
Editor :Beny

Share:

Kejaksaan Makale dinilai Lamban dan Tidak Transparan

TANA TORAJA,kabarbpp.net-Forum Mahasiswa Toraja(Format)makassar kembali mendatangi kejaksaan tinggi sulsel di makassar kemarin,23/05 dalam rangka mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dana sistim informasi  SIAK oleh kejaksaan negeri makale yang dinilai lamban dan terkesan tebang pilih serta tidak transparan dalam proses penanganannya.
Foto :Forum Mahasiswa Toraja,pada saat mendatangi kejaksaan
Ketua Format,frilki Prakarsa Randa menilai ada kesimpang siuran informasi kejaksaan dan BPKP, katanya "kejaksaan sudah mengajukan berkas untuk permintaan audit ke BPKP, sementara saat kami konfirmasi di BPKP, katanya belum ada permintaan audit, baru sebatas koordinasi itupun sekitar berapa bulan yang lalu"ungkap frilki jumat,24/5. Ini tentunya menimbulkan tanda tanya besar kesal frilki

Kami meminta kejaksaan untuk mempercepat proses penanganan kasus ini dan jangan tebang pilih dalam penanganannya. Panggil dan periksa bupati tana toraja sebagai penanggung jawab penuh atas produk alokasi Dana Siak ini melalui SK parsial bupati, yang menurut kami mulai dari mekanisme penganggaran dan pelaksanaannya sudah salah yang berdampak terhadap dugaan munculnya kerugian negara.

Jangan biarkan kasus ini berlarut-larut karena kasus yang berlarut-larut sarat akan permainan. Kami mencium aroma permaianan Apalagi kasus ini diduga melibatkan petinggi ditoraja yang berpotensi mengintervensi proses ini.

 Kami akan terus menagawal kasus ini sampai tuntas dan meminta kejaksaan untuk tidak main-main dalam proses penanganan kasus ini (yb)

Penulis :Yohanis battung
Editor :Beny
Share:

Tana Toraja, akibat di guyur hujan deras dari sore hingga malam tadi sejumlah wilayah di toraja terendam banjir

TORAJA,kabarbpp.net-Salah satunya  di kampung simballu dan Tagari kelurahan bebo' kecamatan sangalla' utara
Foto:Lokasi Banjir
Ari salah satu masnyarakat setempat mengungkapkan akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dari sore hingga malam membuat sejumlah rumah terendam banjir.ada dua rumah yang terendam di kampung simballu dan empat rumah di kampung tagari  ungkapnya Senin,29/04  di sangalla'.

Lanjut ari menambahkan ada juga hewan ternak warga yang terbawah air namun sampai hari ini tidak ada korban yang diakibatkan oleh meluapnya air sungai (kb)

Penulis :Yohanis battung
Editor :Beny
Share:

Panglima TNI : Kehormatan Prajurit Kopassus Ditentukan Loyalitas Kepada Pimpinan

JAKARTA,kabarbpp.net(Puspen TNI). Kehormatan seorang Prajurit, terlebih Prajurit Komando ditentukan oleh loyalitasnya sebagai prajurit yang tegak lurus kepada Pimpinan dan jiwa korsanya untuk rekan sejawat. Oleh karenanya, jadikan itu sebagai pedoman untuk menjadikan kalian (prajurit) berani membela kebenaran dan meraih keberhasilan dalam bertugas.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada upacara peringatan HUT Kopassus ke-67 tahun 2019, bertemakan “Melalui HUT Ke-67 Kopassus Kita Tingkatkan Profesionalisme Yang Kuat dan Tangguh serta Adaktif Dalam Menghadapi Berbagai Tantangan Global Guna Mendukung Tugas Pokok TNI” di Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019).

Panglima TNI menegaskan bahwa Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tempatnya prajurit-prajurit pilihan yang ditempa dengan berbagai latihan, tantangan, dan medan pertempuran serta bersumpah untuk senantiasa mempersembahkan pengabdian yang terbaik kepada bangsa dan negara.

Diungkapkan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bahwa sejak Republik ini berdiri sampai dengan usia ke-67, Komando Pasukan Khusus selalu hadir di seluruh penjuru negeri dan tidak terbersit ragu sedikitpun dalam diri prajurit Komando untuk melaksanakan tugas.

“Saya sampaikan Selamat Hari Ulang Tahun Kopassus yang ke-67 !!! Dirgahayu Kopassus !!!. Selaku Panglima TNI, saya bangga dan hormat kepada seluruh prajurit Komando Pasukan Khusus”, ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan rasa bangga dengan prajurit Kopassus yang senantiasa menepati Janji Prajurit Komando. Menurutnya, kesetiaan kepada Sapta Marga, keteguhan memegang Sumpah Prajurit, serta kehormatan dan jiwa kesatuan Para Komando telah membawa berbagai keberhasilan. “Motto Prajurit Komando ‘Berani, Benar dan Berhasil’ yang telah di pilih, agar selalu diingat dan ditepati”, katanya.

Di sisi lain, Panglima TNI mengingatkan bahwa tantangan di masa mendatang tidak semakin ringan karena teknologi terus berkembang demikian pula dengan taktik dan teknik kemiliteran. “Terus tingkatkan profesionalisme kalian. Jadilah pasukan khusus yang adaptif dan inovatif dalam berbagai tuntutan tugas. Jadilah Pasukan Khusus yang berkelas dunia”, ujarnya.

“Ingat pula bahwa kekuatan TNI ada pada rakyat, dan TNI-lah yang menjadi pelindung dan pembela rakyat. Karena itu, tetaplah rendah hati dan berjiwa besar, dekat dan menyatu dengan rakyat”, pesannya.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa prajurit Kopassus adalah Legenda. Menurutnya, tanpa perlu mencari nama, prajurit Kopassus sudah terkenal seantero penjuru dunia. “Prajurit Kopassus bagaikan hantu-hantu bagi musuh negara”, katanya.

“Tapi ingatlah bahwa kita juga manusia, jangan takabur, jangan lupa untuk selalu berlindung kepada Sang Pencipta dalam setiap langkah menjadi yang terbaik”, pungkasnya.

Sumber berita :Puspen TNI
Share:

86 Petugas Pemilu Meninggal, Mendagri Setuju Evaluasi Pelaksanaan Pemilu

JAKARTA,kabarbpp.net-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku prihatin dengan banyaknya petugas pemilihan umum (Pemilu) yang meninggal akibat kelelahan dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan Pemilu. Hingga saat ini setidaknya sudah 86 petugas Pemilu yang meninggal usai melaksanakan tugasnya menyelenggarakan Pemilu Serentak, Rabu (17/4) lalu.
 
Foto:Mendagri Tjahjo Kumolo dalam keterangan pers
“Kami menunggu usulan dari Bawaslu dan KPU. Itu saja secara prinsip. Ya saya yakin pemerintah akan memberikan penghargaan tapi kalau soal anggaran itu biar nanti Bawaslu dulu fixnya berapa yang sakit, berapa yang gugur termasuk KPPS-nya termasuk para anggota Polri ya,” kata Mendagri kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (22/4) siang.

Mendagri setuju dengan usulan dilakukannya evaluasi terhadap penyelenggaraan Pemilu Serentak yang melelahkan, dan telah meminta banyak korban jiwa itu. Namun ia masih menunggu dulu Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pemilu.

“Kami tidak ingin mendesak dulu tapi setelah pengumuman KPU resmi nanti kemungkinan awal pemerintahan baru akan membahas bersama dengan DPR. Saya kira ini harus dibahas dengan DPR baru,” terang Mendagri.

Ia meyakini, KPU sekarang tentu sudah membuat evaluasi. Kemendagri juga sudah membuat evaluasi yang menyangkut keputusan MK, keserentakan itu apakah harus hari, tanggal, jam, bulan yang sama. Yang kedua juga evaluasi di Kementerian dalam Negeri mengenai masa kampanye apakah harus sekian bulan, itu saja.

“Saya kira yang penting bagaimana membangun sebuah sistem pemilu yang demokratis tetapi yang lebih efektif, lebih efisien,” ujar Mendagri.

Salah Alamat                                   

Terkait dengan permintaan pengunduran diri Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatra Utara, Dahlan Hasan Nasution karena kekalahan calon yang didukungnya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengaku sudah menerima suratnya. Tetapi ia menilai surat tersebut salah alamat.

“Harusnya kalau seorang bupati ada keinginan mau mundur itu diajukan dulu ke DPRD kemudian hasilnya diserahkan kepada gubernur, baru gubernur menyerahkan kepada Mendagri. Itu saja,” kata Tjahjo.

Mendagri mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Pemda Sumut terkait dengan permintaan pengunduran diri Bupati Madina itu. Ia berjanji akan memaggil Bupati Madina karena ini sebuah proses yang tidak lazim.

“Seorang bupati yang cukup berhasil di daerahnya kenapa hanya masalah politis pertimbangannya dia mundur. Itu saja. Kalau kami setujui nanti akan menjadi sebuah preseden,” terang Mendagri(*).

Sumber Humas Mendagri
Share:

TNI AD Juara Umum Lomba Tembak AASAM 2019,Menyisihkan 20 Negara

JAKARTA,kabarbpp.net-Untuk yang keduabelas  kalinya, secara berturut-turut TNI AD menjadi juara umum lomba menembak antar negara _Australian Army Skill-At-Arms Meeting_ (AASAM) 2019.
Foto:Kontingen TNI AD melepas kegembiraanya setelah berhasil jadi juara umum
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

"Yang dicapai Kontingen TNI AD di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia ini bukan hanya prestasi untuk TNI AD atau TNI semata, namun juga prestasi untuk rakyat dan bangsa Indonesia," ungkap Brigjen TNI Candra Wijaya.

Dijelaskan Kadispenad, perhelatan AASAM tahun ini dilaksanakan mulai tanggal 26 Maret - 2 April 2019.

"Capaian ini telah sesuai dengan harapan Kasad, Jenderal TNI Andika Perkasa, ketika melepas kontingen pada tanggal 14 Maret 2019, lalu. Kali ini kita kembali menjadi juara umum dengan menorehkan 21 emas, 14 perak, dan 10 perunggu. Ini menyisihkan 20 negara peserta lainnya," ujar Candra Wijaya.

"Termasuk beberapa negara maju dan memiliki teknologi Alutsista modern, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Korea, Kanada, Jepang, dàn tuan rumah Australia. Demikian juga Thailand, Vietnam dan Malaysia yang secara tradisi memiliki para petembak bagus, seperti yang ditunjukkan saat AARM 2018 tahun lalu," imbuhnya.

Untuk diketahui, tahun ini perolehan medali  kontingen TNI AD mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2018 yang merebut 38 medali emas, 18 perak dan 13 perunggu.

"Capaian kali ini bukanlah penurunan (prestasi), tapi menunjukkan bahwa ajang ini sangat kompetitif atau kontingen telah menunjukkan _performance_ yang terbaiknya," tegas Candra Wijaya..

Lebih lanjut Candra Wijaya mengungkapkan, dari 20 orang petembak terbaik yang mengikuti _Match Championship_ 104,  lima (5) orang diantaranya adalah petembak  TNI AD.

" Ini sangat membanggakan,  ketiga petembak kita, Sertu Woli, Sertu Misran dan Kopda Arifin merebut semua kategori juara 1, 2 dan 3 pada _Match Championship_ 104," tegas Candra.

Selain dari kemampuan para petembak, Candra Wijaya juga menyampaikan bahwa torehan prestasi ini sekaligus  menunjukkan senjata produksi dalam negeri, dalam hal Ini PT Pindad Persero yang sangat luar biasa dan andal.

"Sekali lagi, prestasi para petembak TNI AD di AASAM 2019, dipersembahkan sebagai kehormatan serta kebanggaan rakyat dan bangsa Indonesia" pungkas Candra.

Adapun peraih sepuluh besar  klasemen lomba AASAM 2019 setelah Indonesia yaitu Australia, Malaysia, Selandia Baru, Korea, Amerika Serikat, Perancis, Canada, Jepang dan Vietnam, sedangkan negara peserta yang tidak hadir yaitu Irak, Filipina dan Singapura. (Dispenad)

Rilis :Pendam VI Mulawarman
Editor :Beny
Share:

KRL Relasi 1722 Jatinegara- Bogor Anjlok, Semua Korban Sudah Dievakuasi

JAKARTA,kabarbpp.net-Kereta Commuter Jabodetabek KA 1722 (rute Jatinegara-Bogor) mengalami anjlok antara Stasiun Cilebut-Bogor hari ini, Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan meninjau lokasi kejadian.
“Bapak Menteri hari ini sekitar pukul 13.00 WIB akan meninjau lokasi kejadian. Beliau sudah memerintahkan Dirjen Perkeretaapian segera melakukan evaluasi sambil menunggu hasil investigasi mengenai penyebab kecelakaan,” jelas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan, di Jakarta, Minggu(10/3/2019)

Hengki mengatakan berdasarkan laporan yang  diterima dari Balai Perkeretaapian Jakarta dan Banten Kementerian Perhubungan dan PT KAI, kejadian anjloknya kereta commuter terjadi pada Minggu (10/3) pukul 10.08 WIB.
Posisi anjlok yaitu di daerah antara Cilebut – Bogor km 51 + 500, JPL 28 Kebon Pedes Bogor. Kereta commuter 1722 tersebut dilaporkan anjlok dan tertimpa tiang Listrik Aliran Atas (LAA). Masinis yang mengemudikan bernama Yakub Agus S dan PPA bernama Danang.

Hingga rilis ini dikeluarkan, saat ini masih dilakukan proses evakuasi penumpang. Sejauh ini, belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa ini.
Akibat kejadian ini, perjalanan kereta commuter dilaporkan terganggu.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang ingin menggunakan KRL untuk sementara dapat menggunakan moda transportasi lainnya. Karena proses evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu lama,” jelas Hengki.

Sementara itu VP Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI)
Eva Chairunisa menyebutkan seluruh korban telah dievakuasi dari kereta. Korban yang dievakuasi berada dalam kondisi luka-luka. Hingga pukul 12.10 WIB tercatat jumlah korban luka mencapai 17 orang. Sebanyak 9 orang dibawa ke RS Salak Bogor dan 8 lainnya di pos kesehatan Stasiun Bogor. Identitas korban luka dapat dilihat di RS Salak Bogor.


“Bagi para pengguna yang menjadi korban maka akan mendapatkan perawatan kesehatan,” kata Eva Chairunisa.

Evakuasi selanjutnya akan diupayakan terhadap badan kereta di lokasi. Rencananya kereta yang tidak anjlok akan dievakuasi dengan ditarik sementara ke Stasiun Cilebut. Sementara kereta yang anjlok menunggu proses evakuasi lanjutan karena terkait dengan perbaikan prasarana perkeretaapian.

Untuk perjalanan KRL dari dan tujuan Bogor sejauh ini belum dapat dilayani oleh KRL. Perjalanan KRL dari arah Jakarta Kota maupun Angke/Jatinegara sejauh ini hanya sampai Stasiun Depok. 

Bagi para pengguna yang telah membeli tiket atau melakukan tap in dapat melakukan refund di loket stasiun. Untuk pelayanan KRL di lintas lainnya berlangsung normal.(*/kb/llk)
Share:

Wisata "Halal" versus wisata "Sakral" TOLAK usulan BUDAYA HALAL di Toraja

Yans Sulo:Toraya Tondokku Nusantara Negeriku
Foto:Yans Sulo Paganna Pr Penulis Buku
TANA TORAJA,kabarbpp.net-Sayup-sayup kudengar "dirkursus" wisata alam Toraja yang hendak "dibaptis" jadi wisata halal. Spontan hatiku bertanya, "Memangnya wisata alam dan budaya kami selama ini haram, sampai-sampai harus dijadikan halal?" Minta maaf, tolong kita saling menghargai dalam kehidupan bersama.
Aku orang Toraja yang mencoba menggali kearifan lokal daerah kelahiranku yang aku banggakan dan aku cintai, MENOLAK SECARA PRIBADI usulan siapapun yang mau mempromosikan budaya "baru" atas nama "halal". Budaya asli leluhur kami sudah ratusan tahun terbangun dan terpelihara dan akan terus terpelihara sebagaimana adanya tanpa cap halal atau tidak halal karena kami sendiri percaya bahwa di balik budaya kami yang luhur itu tidak ada kata tidak halal. Itulah sebabnya nenek-moyang kami menitip kata-kata indah yang tidak boleh kami ganggu gugat

"Belanna ada'ri angki ditandai, tokumua sangka'ri angki dipelele. Budaya kami "per se"-pada dirinya adalah halal, maka mohon maaf jangan menganggap bahwa masih perlu di"halal"kan lagi.

Budaya kami pada dirinya suci, maka jangan pernah bermimpi mau menyucikannya lagi.

Ranah pemerintan boleh diatur oleh pemangku pemerintah, namun budaya harus diatur oleh pemangku adat budaya kami sendiri dan bukan oleh "orang luar" yang tidak paham tentang adat dan budaya leluhur kami. Demikian juga ranah agama diatur oleh pemangku agama. Tiga hal yang di Toraja tidak dicampurbaurkan (dipasikambollak dan dipasikalonak).

Kesepakatan ini sudah diatur secara tidak tertulis dalam sebuah perjanjian yang disebut "basse kalua' Toraya". Dan yang namanya "basse" (perjanjian) orang Toraja sangat takut melanggarnya.


Karena tidak tanggung-tanggung bagi siapapun yang mencoba menghianati "basse" itu akan berhadapan dengan hukuman dari alam dan dari "Roh Yang Lain". Maka jauhkanlah mimpi Anda untuk campur tangan dalam persoalan "halal - tidak halal", karena ini adalah ranah adat dan budaya yang nota-bene diurus oleh pemangku adat di daerah kami.

Kalau tidak suka dengan alam dan budaya leluhur kami, gampang saja tho? Anda tidak perlu mengunjungi daerah kami. Biarkan budaya kami berjalan seperti yang kami warisi dari leluhur kami ratusan bahkan ribuan tahun.

Selama ratusan tahun orang luar Toraja, bahkan dari ujung-ujung bumi datang berbondong-bondong ke daerah kami dan tak satupun pulang dengan keluh-kesah bahwa di Toraja "tidak halal". Berhentilah memandang budaya kami "tidak halal". Kami bangga dengan budaya kami.

"Toraya Tondokku - Nusantara Negeriku. Dadiko Toraya tongan - Kombongko Indonesia massang". 100 persen Toraja-100 persen Indonesia. Jangan ciptakan sekian persen saja Toraja sekian persen dari daerah atau dari bangsa lain dan 100 persen Indonesia. Yang aku maksudkan di sini bukan soal genetika tetapi culture alias budaya. Toraja 100 persen budaya Toraja dan 100 persen Indonesia.

Tamu yang baik senantiasa memegang prinsip: "Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung". Klo mau diberi label wisata halal untuk Toraja, mohon maaf lebih baik daerah kami jangan dijadikan daerah wisata.

Pilihlah daerah lain sebagai daerah wisata yang mungkin bisa dan mau Anda beri label halal karena mungkin belum halal.

Budaya kami suda pada dirinya halal dan suci maka kami tidak memerlukan lagi "penghalalan". Memangnya tanpa label "wisata halal" daerah dan budaya kami tidak halal?

Berhenti dan berhentilah dengan mimpi Anda tersebut. Mari saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lain.

Payah donk klo mau mengikuti semua "tuntutan kebetuhan setiap pengunjung" atas nama demi si pengunjung. So tabe' sangmane atau sangbaine, saya pribadi menolak ide ini.

Silahkan berlakukan di daerah lain di luar Toraja tidak untuk Toraja. Maka jadilah tamu yang tahu prinsip di Toraja, karena kamipun tahu bagaiman kami menghormati setiap tamu kami.

Percayalah kepada kami bahwa kami tidak pernah berpikir satu persen untuk bermaksud jahat kepada setiap tamu-tamu kami. Kami dikandung, dilahirkan, dibesarkan, bahkan matipun dalam budaya yang santun. Itulah sebabnya setiap tamu kami sebut "solata", artinya bagian dari keluarga kami.

Kami tahu menghormatinya, kami tahu menerimanya dengan penuh hormat, dan kamipun tahu menjamuhnya dengan baik. Karena bagi kami, tamu-tamu kami adalah berkat yang harus kami terima dengan baik dan perlakukan dengan hormat. Sekali lagi, TOLAK ide WISATA HALAL di Toraja***.(*kb)

Y a n s Sulo Paganna,'Pr
(Penulis buku Toraya Tondokku-Nusantara Negeriku)
Share:

Sensei Fauzi Berhasil Membawa 2 Atlit Shinkyokushin Karate IFKA Indonesia di Jakarta

JAKARTA,kabarbpp.net-Kejuaraan Indonesian Fullcontact Karate Association (IFKA) karate full contac, yg di selenggarakan di Jakarta ,tgl 23.2.2019.di JCC,
Foto:Sensei Fauzi bersama 2 Atlitnya
Kalimantan Timur menurunkan 2 atlit asal Balikpapan.atas nama sanda Julio dirgantara, kelas bebas, dan Diana Wulan Sari kelas 65 putri.
berhasil merebut juara 2 nasional atlit putra dan putri.

Karateka Balikpapan di dampingi pelatih sensei Fauzi .dan senpei Donal Girsang.
Perlu juga diketahui Shinkyokusin Balikpapan tiap tahun selalu masuk dalam 3 besar nasional kejuaraan karate full contac.

Sensei Fauzi berharap para pemuda Balikpapan makin banyak yg ingin berlatih karate full contac."kata Fauzi kepada kabarbaalikpapan Rabu (27/02/19)

Informasi tempat latihan shinkyokusin Karate Balikpapan berada di lapangan bulu tangkis angkatan laut gunung pasir,"ujarnya

Jadwal latihan Minggu jam 16.00 s/d 18.00.

ketua pengda Kaltim Andreas Gunawan,selalau mendukung para atlit agar selalu tampil di kejuaraan nasional maupun internasional,"harapnya

Menurut Gunawa dibulan September kejuaraan Asia di Tokyo Balikpapan siap menurunkan atlit terbaiknya,semoga apa yang diharapkan dapat tercapai,"harap Gunawan. salam karateka osu.(beny)
Share:

Surat Kecil dari Kampung Muallaf di Pinrang

Assalamu’alaikum.

PINRANG,kabarbpp-Kak, perkenalkan, nama saya Arjun. Sekarang duduk di bangku kelas 6 SD. Saya lahir dari keluarga muallaf. Di desa kami, Desa Makula, Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang ada banyak muallafnya kak, tapi jumlahnya tetap minoritas. Kata Bapak, hanya 5% dari total warga di Makula.
Foto:Desa Makulu Kel Betteng Kec.Lembang Kab Pinrang

Meski demikian, kami hidup rukun dengan agama lain. Namun, ada hal yang membuat kami harus berpindah tempat tinggal. Hal terbesar adalah karena aqidah kami. Meski kami Muslim, tapi jujur kak, kami sama sekali buta tentang Islam. Bahkan pernah ada yang bertanya ke Bapak, “salat magrib berapa rakaat?”.

Tahu tidak kak? Teman kami yang bernama Aidil, terpaksa harus bersekolah di sekolah yayasan non-Islam karena jarak sekolah negeri jauh. Setiap ke sekolah, dia memakai baju yang ada gambar salib di dadanya. Setiap sebelum dan setelah belajar, dia berdoa dengan keyakinan mereka yang bersekolah di sana. Kalau kami main di sungai, dia sering nyanyi-nyanyi. Terbiasa dari sekolahnya.

Sudah tiga bulan kami pindah ke tempat ini kak. Bapak bawa sendiri papan kayunya. Kadang saya takut lihat bapak bawa kayu seperti itu, karena jalan di sini kurang baik dan di sebelahnya adalah jurang. Tapi bapak berjuang untuk membangun rumah agar kami tetap hangat dicuaca dingin. Di sini sejuk loh kak. Sampai sekarang, sudah ada 7 rumah yang dibangun dan terus bertambah. Sebenarnya banyak yang ingin secepatnya tinggal di tempat ini, hanya saja butuh modal sedangkan kami semua hidup pas-pasan, bahkan kekurangan. Tanah yang kami tinggali merupakan tanah wakaf dari Bapak yang sangat dermawan, khusus untuk para muallaf.

Oh iya kak. Tempat tinggal kami tepat bersebelahan dengan sungai yang menjadi satu-satunya akses keluar kami. Pemandangannya indah sekali. Kami bermain dan menangkap ikan untuk ibu masak di rumah, sebagai tambahan lauk. Meski indah, kalau hujan deras, airnya naik. Tinggi sekali kak. Kami tidak bisa lewat. Tidak bisa ke sekolah. Bapak dan warga lain sudah membuat jembatan darurat dari bambu-bambu yang diikat rotan. Jembatannya sudah 2 kali dibongkar karena ketinggian air sudah melewati jembatan.

Kak, sebentar lagi saya akan tamat SD. Rencananya, saya akan sekolah di sekolah tahfidz. Setelah lulus dari sana, saya akan kembali untuk mengajarkan agama kepada keluarga. Saya pernah dengar bahwa seluruh umat muslim adalah saudara, jadi semua adalah keluarga saya.

Satu keinginan terbesar dari kami, anak-anak muallaf yang tinggal di pelosok kak, kami ingin berdoa sebelum dan setelah belajar sesuai dengan keyakinan kami. Kami ingin lancar membaca kitab kami. Kami ingin mendengar adzan, wudhu, dan salat di mushalla kami secara berjamaah. Kami ingin ada yang mengajarkan dan mengenalkan kami tentang agama kami, Islam. Kakak mau kan menjadi jembatan mimpi kami? (DST)

Share:

REUNI GATUBIMA KE 24: MENGENANG RASA KEBERSAMAAN SELAMA GUNUNG KUPANG

BANJARMASIN,kabarbpp.net-Sejumlah alumni Secata 95/1 Gunung Kupang Minggu (27/1) pagi, menghadiri acara reuni akbar yang digelar di Wisata pemancingan ikan Bincau Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan.
Foto:Anggota Reuni Gatubima ke-24


Sekitar 60 orang hadir bersama keluarganya di acara reuni, untuk mengenang rasa kebersamaan 24 tahun silam.
foto:Pemotongan nasi tumpang
Mereka hadir dari berbagai daerah di Kalteng, Kalsel dan Kaltim. Karena 24 tahun silam tepat 27 Januari 1995 mereka dilantik menjadi Prajurit Dua.
Tampak juga mantan Danki Secata Mayor Purnawirawan Suyadi dan mantan wadan kelas Kapten Inf Ramelan. Dalam pesan singkatnya, Suyadi merasa haru di undang secara kusus di acara reuni akbar tersebut.

“Baru kali ini saya di undang dalam acara reuni lulusan gunung pangkat, “ ungkap Suyadi. Semoga alumi secata PK 95/1 sukses selalu dimanapun berada, “ Kata beliau.

Masih kata Suyadi, dirinya secara pribadi minta maaf bila ada salah selama melatih. Akan tetapi Tidak ada maaf secara dinas.

Suyadi juga berpesan bagi rekan rekan yang berdinas di komado kewilayahan agar tetap menjaga nama baik TNI. Karena yang berdinas di komando kewilayah bersetuhan langsung dengan rakyat.

Sementara itu Kapten Inf Ramelan merasa terharu sekaligus bangga atas undangan tersebut. Karena telah 24 tahun tidak ketemu/pisah apalgi yang dinas jauh di kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah apalagi di Jawa.

Dia menceritakan sedikit pengalaman sepanjang karier militernya dari melatih waktu itu, hingga akhirnya dia mengikuti pendidikan perwira dan menjabat Danki secata mengantikan Mayor Inf (Pur) Suyadi.

Dia menjabat Danki selama 4 tahun, dan berharap suatu saat di undang di acara reuni24 tahun anak didiknya.

Ramelan menceritakan pada tahun 1995, kala itu dia berpangkat Serda, dan anak didiknya pagkat Prajurit Dua. Namun setelah 24 tahun berjalan pangkat saya Kapten dan kalian rata-rata sudah Bintara, “ kata Ramelan.

Bahkan salah satu mantan anak didiknya sekarang bersama-sama bertugas, dia jadi Danramil dan mantan anak didiknya Serka Bambang Winarto jadi Bati Komsos di Koramil Karang Intan.

Reuni 24 tahun Secata 1995 gelombang 1 ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang disambung pemberian cindera mata kepada Mantan Danki serta mantan wadan kelas.
Serka Bambang Winarto yang mewakili panitia Reuni Gatubima ke 24 menjelaskan kegiatan tersebut adalah untuk menjalin silaturahmi antara sesama alumi secata PK 95 gelombang 1.

“Acara temu kangen semacam ini merupakan wujud kebersamaan, persaudaraan untuk menjalin silahturahmi antara para Alumni,” tuturnya.

Kebersamaan, lanjutnya, perlu untuk terus dipelihara, karena dengan kebersamaan dan kekompakan, sehingga akan mampu mewujudkan persatuan di antara para Alumni dan Almamater sebagai sebuah ikatan kesatuan yang kokoh dan kuat.

“Tentu, selain itu, dengan bertemu juga bisa kembali mengupas masa lalu, masa yang tidak akan terlupakan, suatu masa yang penuh dengan suka dan duka dalam mewujudkan cita-cita pengabdian,” tutur dia(Ht)
Editor : Beny
Share:

*WASPADA HUJAN LEBAT AKHIR JANUARI 2019* (Potensi Bencana Hidrometeorologi di beberapa wilayah 23 - 30 Januari 2019)

SIARAN PERS :::::::::

*WASPADA HUJAN LEBAT AKHIR JANUARI 2019*
(Potensi Bencana Hidrometeorologi di beberapa wilayah 23 - 30 Januari 2019)
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer (22/01/2019), terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, kalimantan, Bali, NTB hingga NTT. Bersamaan dengan itu, masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya Suhu Muka Laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi. Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagia Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT.
Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor ( 94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 3 hari kedepan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai diatas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

Melanjutkan dari himbauan yang telah dikeluarkan sebelumnya pada tanggal 16 Januari 2019, BMKG kembali menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan SIAGA dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019. Khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang akan memicu Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019.

Berikut adalah Wilayah-wilayah yang berpotensi *hujan lebat untuk periode 23 - 26 Januari 2019*, antara lain:
*Aceh*
*Lampung*
*Banten*
*DKI Jakarta*
*Jawa Barat*
*Jawa Tengah*
*DI Yogyakarta*
*Jawa Timur*
*Bali*
*NTB*
*NTT*
*Kalimantan Utara*
*Sulawesi Selatan*
*Sulawesi Tenggara*
*Papua Barat*
*Papua*

Sedangkan Wilayah-wilayah yang berpotensi *hujan lebat untuk periode 27 - 30 Januari 2019*, antara lain:
*Sumatera Selatan*
*Bangka Belitung*
*Bengkulu*
*Lampung*
*Banten*
*DKI Jakarta*
*Jawa Barat*
*Jawa Tengah*
*DI Yogyakarta*
*Jawa Timur*
*Bali*
*NTB*
*NTT*
*Kalimantan Timur*
*Kalimantan Utara*
*Sulawesi Selatan*
*Sulawesi Tengara*
*Maluku*
*Papua Barat*
*Papua*

Tidak hanya hujan lebat, masyarakat nelayan dan pesisir juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Perairan Barat P. Simeulue Hingga Kep. Mentawai, Perairan P. Enggano Hingga Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten Hingga Jawa Tengah, Samudra Hindia Barat Sumatra Hingga Jawa Tenga, Perairan Utara Kep. Anambas Dan Laut Natuna, Laut Jawa bagian Tengah, Laut Bali, Perairan Selatan Baubau - Kep. Wakatobi, Laut Banda bagian Selatan, Perairan Kep. Sermata - Kep. Babar, Laut Arafuru bagian Barat. Potensi gelombang tinggi 4.0 hingga 6.0 meter diperkirakan terjadi di Laut Cina Selatan Dan Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kep. Natuna, Laut Jawa Bagian Timur Hingga Laut Sumbawa, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa Timur Hingga P. Rote, Selat Bali - Selat, Lombok - Selat Alas Bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur Hingga NTT, Perairan Utara Flores, Perairan Kep. Sabalana - Kep. Selayar, Laut Flores, Laut Sawu Dan Laut Timor Selatan NTT.

*Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati* terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi dan angin kencang yang akan terjadi pada akhir Januari 2019 ini. Antara lain *potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.* Masyarakat agar tetap memperbarui informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik.

*Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui:*
- http://www.bmkg.go.id;
- Akun IG dan twitter @infobmkg;
- aplikasi iOS dan android "Info BMKG";
atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

*Jakarta, 22 Januari 2019*
*Deputi Bidang Meteorologi*
Drs. R. Mulyono R. Prabowo M.Sc
Share:

Pemerintah dan Polisi Sepakat Larang Siswa SMP Bermotor ke Sekolah

Supriyadi Ibrahim
WATAMPONE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Kepolisian Resort (Polres) Bone melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait larangan pelajar atau siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) menggunakan sepeda motor ke sekolah.

Foto.Supriyadi Ibrahim
Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani langsung Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bone, Rosalim Hab dan Kasat Lantas Polres Bone, AKP Thamrin di Gedung PKK, Jalan Andi Mappayukki, Watampone, Jumat (18/01/2019).

Turut hadir menyaksikan Bupati Bone, Andi Fashar M Padjalangi dan Kapolres Bone, AKBP Kadarislam Kasim. Larangan berkendara ini akan diberlakukan segera usai anggota Satlantas menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah.
Kasat Lantas Polres Bone, AKP Thamrin menjelaskan, upaya ini dilakukan guna meminimalisir jatuhnya korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang melibatkan pelajar.

Dari data lakalantas di tahun 2018 lalu, jumlah kasus mencapai 451. Dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 52 jiwa yang didominasi anak usia dini atau di bawah umur.

"Jadi ini semacam komitmen bersama dalam menjaga agar tidak semakin banyak korban laka lantas yang berasal dari pelajar SMP kedepannya," terang Thamrin.

Untuk itu, dalam isi perjanjian kerjasama yang diteken bersama Dinas Pendidikan ini meminta kepada seluruh pihak sekolah untuk membuat aturan tertulis terkait larangan penggunaan kendaraan bermotor bagi seluruh siswa saat bersekolah.

"Tidak boleh membawa sepeda motor ke sekolah dengan alasan apapun. Siswa-siswi disarankan untuk naik kendaraan umum. Kalau lebih aman lagi, biar bisa diantar lagi," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Bone, Rosalim Hab sangat mendukung program tersebut. Apalagi menurutnya, pelajar merupakan masa depan bangsa yang harus dijaga.

"Jangan sampai banyak pelajar yang jadi korban lakalantas di jalan semakin banyak. Sebab, jika dibiarkan maka generasi penerus bangsa akan semakin berkurang," singkatnya.(Supriyadi Ibrahim)
Share:

PT. Berlian Kerjasama Bulog, Berdayakan Petani Jaga Ketahanan Pangan.

BALIKPAPAN, kabarbpp.net-Pemberdayaan masyarakat utamanya kepada para  petani penting dilaksanakan guna menjaga stabilitas kedaulatan ketahanan pangan. Selain itu, pembinaan dan pelatihan harus terus diberikan  sebagai salah satu upaya dalam percepatan pengembangan komoditas pangan yang dapat meningkatkan penghasilan petani.

Untuk mewujudkannya maka diperlukan kerjasama yang baik dengan kelompok tani serta steakholder lainnya. Tentunya berdasar pada suatu modul yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan penghasilan petani.

Seperti yang digelar Bulog dengan menggandeng Yayasan Ketahanan Pangan (YKN) dan PT. Berlian, melaksanakan sosialisasi tentang pengembangan  komoditas bersama kelompok tani, di gedung Bulog Balikpapan, pada Selasa (15/1/19).

Sebagaimana diketahui, tugas Bulog sebagai distabilitasi pangan, harus menjaga stabilitas ketahanan pangan, sehingga stok pangan terpenuhi.

"Melalui sosialisasi ini, kita ingin memberdayakan masyarakat bersama sama dengan petani bekerjasama, sehingga dapat meningkatkan penghasilan dan kesejateraan para petani, " kata, Imam Subowo, Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri, Perum Bulog, Jakarta.

Sementara ketua Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN), Saut Aminah, mengharapkan, dengan kegiatan ini percepatan pengembangan pangan oleh petani bisa terlaksana dengan cepat dan terstruktur. Karena itu adalah bagian dari tugas lembaganya, apalagi sat ini jumlah kelompok tani dibawah binaan YKPN cukup besar.

"Tugas kami adalah mempercepat pengembangan kedaulatan pangan dari petani. Sosialisasi, pelatihan dan pembinaan rutin kami lakukan di seluruh Nusantara,"jelas,  Saut Aminah, kepada media ini.
Peserta sosialisasi antusias mendengat paparan dari Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri, perum Bulog Jakarta, Imam Subowo

Maka untuk mendorong dan menjaga ketahanan kedaulatan pangan, perlu upaya pelatihan dan pembinaan kepada kelompok tani. Hal ini pun dapat meningkatkan kesejahteraan dan penghasilan petani itu sendiri. "Inilah yang kemudian menjadi tujuan utama kami selaku mitra pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan kita, " jelas, Meydi, Direktur Utama, PT. Berlian.

Kegiatan sosialisasi dan pengembangan komoditas pangan, telah berjalan dibeberapa wilayah di Indonesia. Untuk yang dilaksanakan di kota Balikpapan, pesertanya adalah kelompok tani dari Balikpapan, PPU dan Paser.(kB.01/mnw)
Share:

RITUAL MA’BADONG SUKU TORAJA

TANA TORAJA,kabarbpp.net-Toraja merupakan salah satu etnis di Sulawesi Selatan, terkenal dengan pesta pemakaman rambu solo’nya. Terdapat banyak rangkaian prosesi dalam ritual tersebut, diantaranya adalah ma’badong. 
Foto:Ritual Ma'badong suku toraja

Pengumpulan data menggunakanteknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pelaksanaan ritual ma’badong pada masyarakat Toraja serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ma’badong adalah suatu bentuk tarian dan nyanyian tanpa diiringi alat musik, mendeklamasikan syair-syair pujian mengenai orang yang telah meninggal, ataupun ratapan-ratapan kesedihan dari pihak yang ditinggal. Ritual ma’badong bukanlah sekadar deklamasi bait-bait sajak mengenai orang yang sudah meninggal, tetapi lebih dari itu, syair-syair yang dilantunkan tersebut mengandung nilai-nilai budaya yang merefleksikan kebudayaan orang Toraja secara lebih luas, misalnya gambaran mengenai nilai spiritual, status sosial, dan keharmonisan kelompok. ebelum diputuskan akan melakukan ma’badong biasanya dimulai dengan rembug keluarga.Dalam rembug keluarga dibahas mengenai prosesi pesta yang akan dilakukan termasuk menyusun agenda pemilihan penyanyi yang akan melakukan ritual ma’badong. 

Bagi mereka yang kurang mampu atau golongan ekonomi lemah, peserta ma’badong berasal dari kalangan kerabat dekat mereka dan siapa saja yang bersedia berpartisipasi. Berbeda halnya dengan mereka yang memiliki kemampuan finansial lebih atau golongan kaya dapat mendatangkan penyanyi ma’badong dari kampung-kampung lain.Pada rembug keluarga akan diputuskan misalnya penyanyi badong dari kampung A akan bernyanyi pada hari pertama, atau yang berasal dari kampung B bernyanyi di hari kedua, dan seterusnya.

Selain penentuan hari ma’badong, bagi mereka yang ‘mampu’ dapat menyediakan pakaian seragam bagi para penyanyi. Pada pakaian seragam tersebut dapat ditambahkan desain tulisan atau sablon yang akan menerangkan daerah asal dari grup penyanyi, dengan begitu mereka dapat dikenal oleh masyarakat luas sehingga nantinya dapat disewa lagi bagi yang membutuhkan jasa mereka dalam pesta adat kematian. Pakaian seragam ini bukanlah suatu keharusan, tujuannya hanya agar enak dipandang saja, jadi lebih kepada nilai estetikannya. 

Sedangkan bagi mereka yang berasal dari golongan ekonomi lemah tidaklah menyediakan pakaian seragam, pakaian disesuaikan oleh keinginan dari orang yang akan menyanyi saja. Pakaian yang dikenakan dapat berupa kaos oblong dengan bawahan sarung toraja. Warna hitam adalah warna yang umum dipakai dalam ritual ini, namun pada dasarnya semua warna lain selain merah dapat pula dikenakan oleh penyanyi ma’badong. Warna hitam menjadi simbolisasi dari kematian atau kegelapan sebagai bagian akhir dari perjalanan kehidupan manusia di muka bumi. Terdapat ketentuan bahwa pakaian yang dikenakan tidak boleh berwarna merah, karena warna merah bagi masyarakat etnis Toraja merupakan warna yang dihormati dan menjadi lambang kehidupan, menggambarkan warna darah manusia. Dalam hal ini,akan kontras pemaknaan yang diberikan pada warna merah tersebut jika dikenakan pada pesta adat kematian, termasuk ritual ma’badong yang terangkai di dalamnya.

Setelah semuanya ditentukan, maka dilakukanlah ritual ma’badong. Ma’badong dapat dilakukan pada siang hari maupun malam hari, akan tetapi banyak orang yang lebih menyenangi melakukan ma’badong pada malam hari karena menganggap suasananya lebih hening sehingga lagu yang dinyanyikan terasa begitu syahdu.Jumlah penyanyi dalam ritual kesenian ma’badong ini adalah minimal 20 orang dan sebanyak-banyaknya. 

Dalam sebuah grup atau kelompok bernyanyi ma’badong, ada yang dipilih untuk menjadi komando atau pemimpin suara yaitu seseorang yang dianggap memiliki kemampuan berbicara dalam bahasa Toraja dan menguasai sastra Toraja. Sebelum memulai, pemimpin kelompok bernyanyi ini akan berbicara dengan pihak keluarga si mati, dan membicarakan perihal posisi si mati dalam keluarganya, sifat-sifatnya, dan beberapa hal mengenai kenangan tentang si mati. Pembicaraan tersebutlah yang menjadi dasar rangkaian kalimat-kalimat atau bait lirik ma’badong. Jadi lirik dalam ma’badong itu bersandar pada pikiran pemimpin kelompok mengenai situasi yang sedang berlangsung, tidak dengan teks tertulis yang sudah jadi. Jika terjadi kesalahan dalam ungkapan yang dikeluarkan oleh pemimpin kelompok, maka pihak keluarga yang punya hajatan dapat menegur yang bersangkutan.

Pertama-tama para penyanyi akan membentuk sebuah lingkaran yaitu dengan cara mengaitkan jari kelingking masing-masing kepada penyanyi yang ada di samping kiri dan kanannya. Pemimpin grup ini dapat bergabung dalam lingkaran dan dapat pula berdiri di tengah-tengah lingkaran. Setelah membentuk lingkaran, pemimpin kelompok akan memberikan kata-kata pengantar atau pembukaan yang diucapkan dalam bahasa daerah yang menjelaskan sedikit tentang si mati dan keluarganya. Setelah itu, pemimpin kelompok memberikan dua baris kalimat yang selanjutnya akan dinyanyikan oleh grup ma’badong. 

Cara bernyanyinya berbeda dengan lagu-lagu populer yang sering kita dengar sekarang, dengan banyak menyandarkan irama pada turun naiknya suara huruf vokal dari bait lagu yang diperdengarkan. Contohnya dapat kita lihat pada bait lirik berikut:
ma’badong, jugamerupakan bentuk penghormatan terakhir mereka kepada orang yang meninggal, menunjukkan rasa duka cita yang mendalam, serta menjadi bukti kuatnya ikatan persahabatan seseorang dengan si mati.  Hal ini dapat menimbulkan rasa haru pada pihak keluarga si mati dan menganggap bahwa banyak orang yang juga merasakan kehilangan yang sama atas kepergian si mati.

Ma’badong adalah suatu bentuk tarian dan nyanyian tanpa diiringi alat musik, mendeklamasikan syair-syair pujian mengenai orang yang telah meninggal, ataupun ratapan-ratapan kesedihan dari pihak yang ditinggal.Badong dapat dikatakan sebagai nyanyian duka keluarga karena terjadinya peristiwa kematian yang menimpa satu rumpun keluarga, tidak hanya menjadi derita yang dirasakan oleh keluarga inti semata. Ketika pesta adat dilaksanakan, seluruh keluarga akan ikut berpartisipasi secara sukarela dengan memberi bantuan dan sumbangan baik pikiran, tenaga, maupun materi. Bagi mereka yang mendapatkan bantuan tersebut, akan menjadikannya sebagai utang budi yang wajib dibalas.

Niilai-nilai budaya yang terkandung dalam ritual ma’badong ini diantaranya spriritualisme, status sosial, dan keharmonisan kelompok.Masyarakat Toraja percaya akan adanya Tuhan sebagai pemberi kehidupan, keselamatan, keberkahan, kebaikan, pun penderitaan dan kesengsaraan semua ada di tangannya.Manusia diwajibkan untuk taat dan bersandar sepenuhnya pada segala ketentuan yang telah digariskanNya. Kepercayaan keagamaan tersebut dengan jelas tergambar dalam lirik-lirik badong. 

Selain itu, ritual ma’badong tidak hanya merupakan suatu kewajiban menyangkut kepercayaan terhadap roh orang yang sudah meninggal, tapi lebih luas dari itu, melalui lantunan lirik-lirik dalam ritual ini, kita dapat dengan jelas mengetahui tingkat kedudukan seseorang dalam masyarakatnya.

Ma’badong merupakan suatu ritual yang dilakukan secara berkelompok, tidak dapat dilakukan secara perorangan. Bernyanyi bersama dalam ma’badong dapat menjadi wadah dalam mempertahankan jalinan kebersamaan yang telah ada dan dibangun selama ini(*/Nk)

Share:

Aksi Napi dan Pegawai Sekolah Sulap Laboratorium Jadi Gudang Narkoba

Liputan 6.com JAKARTA-Ulah kakak beradik DL dan CP tak patut ditiru. Sebab kekompakan malah membuat keduanya berurusan dengan Polsek Kembangan Jakarta Barat.

Kapolsek Kembangan Kompol Joko Handono menjelaskan DL dan CP ditangkap pada Kamis 10 Januari 2019. Mereka terlibat sindikat narkoba jaringan lapas.


"Total pelaku ada tiga. Satu lagi berinisial AN. Dia yang menghubungkan ke salah satu bandar di Lapas," kata Joko, Selasa (15/1/2019).

Joko menjelaskan, pelaku yang pertama kali ditangkap berinisal AN satuan Narkoba Polsek Kembangan yang sedang berpatroli di Kembangan dan Kebun Jeruk. AN menunjukkan gelagat yang mencurigakan.

"Petugas membuntuti ternyata menunjuk-nunjuk ke beberapa tempat. Petugas pun menangkap dan menemukan plastik obat isinya kosong. Diduga bekas tempat penyimpanan sabu," ucap dia.

Joko melanjutkan, pihaknya memeriksa dan melakukan tes urine. Hasilnya positif. Dari situ, dikembangkan dan berhasil ditangkap pelaku lainnya di lingkungan sekolah kawasan Jakarta Barat.

Selain itu, ditemukan narkoba dengan berbagai macam jenis. Sabu seberat 355,56 gram, dan psikotropika golongan IV dan obat-obatan daftar G. Totalnya 7.910 butir. Barang tersebut disimpan di ruangan lab

"Obat-obatan yang ditemukan golongan IV ada penenang, penghilang rasa sakit, parkinson. Semua digunakan harus dengan resep dokter apabila digunakan sembarangan menimbulkan efek mabuk atau ngefly," terang dia.

Joko membeberkan, DL dan CP merupakan karyawan dari sekolah sekolah tersebut. Status keduanya pegawai harian lepas.

Sejak enam bulan terakhir tinggal di laboratorium sekolah. Keduanya memanfaatkan salah satu ruangan yang disulap menjadi tempat tinggal sekaligus gudang penyimpanan narkoba.

"Mereka menumpang tanpa izin. Sekolah tidak keberatan mungkin karena orangtua mereka seorang pejabat di sekolah tersebut."

Ketiga pelaku dijerat pasal 114 (2) Subsider 112 (2) Jo 132 ( 1) UURI No.35 tahun 2009, Tentang Narkotika dan Pasal 62 UURI No.5 Tabun 1997 tentang Psikotropika Jo Peraturan menteri kesehatan Republik indonesia No. 49 Tahun 2018 tentang Penetapan dan perubahan penggolongan psikotropika.

"Ketiga terancaman hukuman mati, atau pidana penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 6 tahun.


Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Jakarta Barat Uripasih mengatakan, pihaknya akan menjadwalkan pemeriksaan urine terhadap sejumlah siswa di Jakarta Barat.
Ini buntut dari hasil temuan Polsek Kembangan yang menemukan gudang Narkoba di dalam Laboraturium di sebuah sekolah.

"Iya pasti," kata dia di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (15/1/2019).
Uripasih mengatakan, pihaknya akan berkerja sama dengan Kepolisian dan BNN Provinisi DKI Jakarta agar kegiatan tersebut segera merealisasikan.

Menurut dia, nanti hanya satu sekolah yang siswa akan dites urine. Itu yang dijadikan gudang narkoba oleh DL dan CP.

"Kami saat ini sedang menyusun perencenaan yang jelas nanti saya akan bersurat ke BNN," terang dia.

Jika hasil tes urin ada yang positif, Uripasih menyatakan akan memberikan sangsi sesuai aturan yang berlaku. Yang terberat dikeluarkan dari sekolah.

"Saya akan melihat di tata tertib berapa nilai ketika anak terlibat menggunakan narkoba. Kalau nilai 100 pasti dikembalikan di orang tua," tandas dia.(*)

Share:

Jasa Penyewaan Mobil

SERVICE KOMPUTER & LEPTOP

JUAL BELI MOBIL BEKAS

TRAVEL

Postingan Populer

Recent Posts